Sibthi Aulanisa
Universitas Sebelas Maret
Ilmu Administrasi Negara
Stunting
Skripsi
14 Agustus 2026
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran stakeholder dalam penurunan angka stunting di Kota Semarang serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan peran tersebut. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Informan penelitian meliputi Bappeda, Dinas Kesehatan, DPPKB, Tanoto Foundation, kader posyandu, dan masyarakat, sedangkan peran stakeholder dianalisis menggunakan konsep Nugroho (2014). Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap stakeholder menjalankan peran yang berbeda dan saling mendukung dalam upaya penurunan stunting. Bappeda berperan sebagai policy creator dan koordinator, Dinas Kesehatan dan DPPKB sebagai fasilitator sekaligus implementor, kader posyandu sebagai implementor di tingkat masyarakat, serta Tanoto Foundation sebagai akselerator. Sinergi antar-stakeholder tersebut mendukung upaya penurunan prevalensi stunting di Kota Semarang dari 21,3% pada 2021 menjadi 10,4% pada 2022 dan 9,3% pada 2024. Pelaksanaan peran stakeholder didukung oleh komitmen antar-stakeholder, dukungan kebijakan, ketersediaan anggaran, dan partisipasi masyarakat, tetapi masih menghadapi hambatan berupa integrasi data antarinstansi yang belum optimal, koordinasi yang belum maksimal, rendahnya kesadaran masyarakat, serta keterbatasan kapasitas kader. Penelitian ini menyimpulkan bahwa stakeholder telah menjalankan perannya sesuai fungsi masing-masing, namun diperlukan penguatan koordinasi, integrasi data, dan kapasitas sumber daya manusia untuk meningkatkan efektivitas dan keberlanjutan upaya penurunan stunting di Kota Semarang.