Faradila Kartikasari, Shofiyyah Nur Zuhriyyah, Eva Yolanda, Siti Mukharoh, Kanaya Putri Imelda, Intan Nugraheni Hasanah, Mediana Jauhar Izzati
Poltekkes Kemenkes Semarang
Kebidanan
EPDS Skore
Artikel
20 Mei 2026
Jurnal penelitian berjudul "Analisis Paritas, Usia Kehamilan, dan Pekerjaan Terhadap Risiko Depresi pada Ibu Hamil" berisi isu kesehatan mental maternal, khususnya depresi antenatal yang sering kali kurang terdiagnosis dalam pelayanan kesehatan dasar. Masalah ini penting karena perubahan fisik, hormonal, dan psikologis selama kehamilan sangat memengaruhi stabilitas emosional seorang ibu. Penelitian kuantitatif ini menggunakan pendekatan cross sectional dengan melibatkan 170 ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Sekaran, Kota Semarang. Tingkat risiko depresi diukur secara objektif menggunakan instrumen Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) dan dianalisis menggunakan uji statistik Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh variabel yang diteliti memiliki hubungan yang signifikan dengan risiko depresi ibu hamil (p < 0,05). Ibu dengan usia ekstrem (>35 tahun) ditemukan paling rentan mengalami depresi tinggi. Dari segi paritas, kelompok multigravida mendominasi kategori risiko tinggi (92,9%) akibat akumulasi beban pengasuhan anak sebelumnya. Sementara itu, usia kehamilan trimester 3 menyumbang angka risiko tinggi terbesar (64,3%) yang dipicu oleh kecemasan menghadapi persalinan. Terakhir, status pekerjaan juga berpengaruh nyata, di mana ibu yang bekerja mendominasi risiko sedang (81,5%) karena tuntutan beban ganda antara karier dan rumah tangga. Secara keseluruhan, jurnal ini mendeskripsikan keterkaitan erat antara faktor demografi serta obstetri terhadap kesehatan mental ibu. Peneliti merekomendasikan pentingnya integrasi skrining EPDS.