Aolia Tabina
Poltekkes Kemenkes Semarang
Kebidanan
Kesehatan Ibu Dan Anak
Jurnal
21 Mei 2026
Gambaran faktor-faktor yang memengaruhi kejadian Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) di Puskesmas Karangmalang Kota Semarang tahun 2025. Penelitian dilakukan menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan retrospektif melalui data rekam medis pada 10 kasus BBLR. Variabel yang diteliti meliputi usia ibu, paritas, jarak kehamilan, jumlah kunjungan antenatal care (ANC), kadar hemoglobin (Hb), dan status gizi ibu berdasarkan Lingkar Lengan Atas (LiLA/KEK). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu dengan kejadian BBLR berada pada kategori tidak berisiko, yaitu usia 20–35 tahun (90%), paritas 1–2 (90%), jarak kehamilan >2 tahun (80%), seluruh ibu melakukan kunjungan ANC sesuai standar ≥6 kali (100%), kadar hemoglobin normal ≥11 g/dL (90%), serta status gizi tidak KEK dengan LiLA ≥23,5 cm (90%). Temuan ini menunjukkan bahwa kejadian BBLR di wilayah tersebut tidak hanya dipengaruhi oleh faktor risiko klasik, sehingga kemungkinan terdapat faktor lain yang turut berperan terhadap kejadian BBLR. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi pelayanan kesehatan ibu dan anak, khususnya dalam upaya pencegahan BBLR melalui peningkatan kualitas pelayanan ANC, pemantauan status gizi ibu hamil, serta deteksi dini faktor risiko kehamilan. Selain itu, hasil penelitian juga dapat menjadi referensi bagi institusi pendidikan dan peneliti selanjutnya untuk mengembangkan penelitian dengan variabel