Angel Manuela Sembiring, Aril Naila Nurul Ashari
UNIVERSITAS TELOGOREJO SEMARANG
Fisioterapi
Fisioterapi
Artikel
04 September 2026
Latar Belakang: Rotator Cuff Injury sering menimbulkan nyeri, keterbatasan lingkup gerak bahu (ROM), serta penurunan fungsi. Fisioterapi berperan penting dalam proses pemulihan. Tujuan: Melaporkan penatalaksanaan fisioterapi dan hasil klinis pada pasien dengan Rotator Cuff Injury di UPTD Puskesmas Mangkang. Metode: Laporan kasus pada pasien perempuan usia 51 tahun dengan cedera bahu kiri. Pemeriksaan meliputi ROM, Manual Muscle Testing (MMT), Visual Analog Scale (VAS), dan Shoulder Pain and Disability Index (SPADI). Intervensi terdiri dari TENS, massage, wall climbing exercise, serta edukasi pasien, diberikan selama lima sesi. Hasil: Pada awal terapi, pasien mengalami nyeri gerak 10/10, nyeri tekan 10/10, nyeri diam 0/10, ROM fleksi 130° dan abduksi 80°, MMT 3, serta SPADI 85,3%. Setelah lima sesi, nyeri menurun menjadi gerak 4/10, tekan 4/10, diam 0/10; ROM meningkat menjadi fleksi 175° dan abduksi 175°; kekuatan otot mencapai MMT 4–5; dan skor SPADI menunjukkan perbaikan fungsi bahu. Kesimpulan: Program fisioterapi multimodal yang terstruktur dan konsisten efektif dalam menurunkan nyeri, meningkatkan ROM fleksi dan abduksi, memperbaiki kekuatan otot, serta memulihkan fungsi bahu pada pasien dengan Rotator Cuff Injury. Kata kunci - Rotator Cuff Injury, fisioterapi, TENS, wall climbing.