Abraham Rahadinata
Universitas Telogorejo Semarang
S1 Fisioterapi
Muscle Strain Knee
Artikel
05 September 2026
Muscle strain pada area lutut sering kali menyebabkan peradangan, keterbatasan gerak, serta penurunan fungsi sendi. Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penatalaksanaan fisioterapi dengan pendekatan terapi modalitas dan latihan fleksibilitas pada kasus muscle strain lutut sinistra. Subjek merupakan seorang pria lansia berusia 63 tahun yang mengeluhkan nyeri dan gangguan aktivitas fungsional pada lutut kiri setelah terpeleset/terkilir. Intervensi dilakukan di Puskesmas Rowosari sebanyak 4 kali pertemuan. Penatalaksanaan fisioterapi yang diberikan meliputi pemanfaatan modalitas Infra Red (IR), Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS), massage, serta latihan fleksibilitas (heel slide dan seated knee flexion). Parameter evaluasi menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) untuk nyeri, Manual Muscle Testing (MMT) untuk kekuatan otot, dan pemeriksaan Range of Motion (ROM). Hasil evaluasi menunjukkan adanya penurunan intensitas nyeri yang signifikan: nyeri diam menurun dari skor 7 menjadi 0, nyeri tekan dari 9 menjadi 3, dan nyeri gerak dari 10 menjadi 3. Sementara itu, kekuatan otot tetap terjaga optimal (MMT skor 5) dan ROM dipertahankan secara maksimal sebesar 130°. Kesimpulannya, kombinasi terapi modalitas (IR dan TENS) serta latihan fleksibilitas efektif dalam menurunkan tingkat nyeri dan meningkatkan kemampuan fungsional pasien dengan kondisi muscle strain lutut sinistra.