Aini Lutfi Arumsari
UNIVERSITAS TELOGOREJO SEMARANG
S-1 Fisioterapi
Fisioterapi
Artikel
05 September 2026
Iliotibial Band Syndrome (ITBS) merupakan gangguan muskuloskeletal yang dapat menyebabkan nyeri pada sisi lateral hip dan paha, keterbatasan lingkup gerak sendi, penurunan kekuatan otot, serta gangguan aktivitas fungsional. Tujuan: Mendeskripsikan penatalaksanaan fisioterapi pada pasien dengan Iliotibial Band Syndrome serta mengetahui perubahan kondisi setelah diberikan intervensi fisioterapi. Metode: Penelitian menggunakan metode studi kasus pada satu pasien perempuan berusia 48 tahun dengan diagnosis Iliotibial Band Syndrome di Puskesmas Ngaliyan. Data diperoleh melalui anamnesis, observasi, palpasi, pengukuran nyeri, lingkup gerak sendi, kekuatan otot, special test, dan Lower Extremity Functional Scale (LEFS). Intervensi yang diberikan berupa Infrared (IR), Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS), stretching, serta strengthening exercise yang meliputi quadset, Straight Leg Raise (SLR), clamshell, dan bridging. Hasil: Pemeriksaan awal menunjukkan nyeri diam 3/10, nyeri tekan 5/10, nyeri gerak 6/10, keterbatasan ROM hip dan knee, penurunan kekuatan otot ekstremitas bawah, serta skor LEFS 51/80 (63,75%). Setelah intervensi, pasien mengalami penurunan nyeri menjadi 4/10, peningkatan ROM terutama pada regio hip, serta peningkatan kemampuan duduk dan berjalan. Kesimpulan: Penatalaksanaan fisioterapi melalui kombinasi modalitas dan latihan terapeutik menunjukkan perubahan positif terhadap nyeri, ROM, dan kemampuan fungsional pasien dengan ITBS. Program latihan dan edukasi perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk mendukung pemulihan dan mencegah kekambuhan.