Era Yasinta, Ervyana Lyberty, Fikriyatul Husna, Mila Cahyani, Machfudloh, Is Susiloningtyas, Kartika Adyani, Anggie Diniayuningrum, Arina Nurmayasari
Universitas Islam Sultan Agung
Profesi Bidan
Nifas dan KB
Artikel
07 Oktober 2026
Latar Belakang: Depresi postpartum merupakan salah satu masalah kesehatan mental yang dapat memengaruhi kesejahteraan ibu, bayi, dan keluarga. Deteksi dini diperlukan untuk mengidentifikasi ibu yang berisiko mengalami depresi postpartum sehingga dapat dilakukan pemantauan dan penanganan lebih lanjut. Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) merupakan salah satu instrumen yang dapat digunakan untuk melakukan skrining risiko depresi postpartum. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran deteksi dini depresi postpartum menggunakan Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) pada ibu postpartum di wilayah kerja Puskesmas Gayamsari Kota Semarang. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah ibu postpartum 1–6 minggu pasca persalinan sebanyak 43 orang, dengan sampel 30 orang yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner EPDS. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia 20–35 tahun sebanyak 27 orang (81,8%), bekerja sebagai ibu rumah tangga sebanyak 22 orang (66,7%), dan menjalani persalinan secara sectio caesarea sebanyak 23 orang (69,7%). Berdasarkan hasil skrining EPDS, sebanyak 29 responden (87,9%) memiliki skor 0–9 atau risiko depresi rendah, sedangkan 2 responden (6,1%) memiliki skor 10–12 dan 2 responden (6,1%) memiliki skor >13. Kesimpulan: Sebagian besar ibu postpartum memiliki skor EPDS dalam kategori risiko depresi rendah, namun terdapat 4 responden (12,2%) dengan