Muhammad Birul Huda, Luqy Rahmatika
Universitas Islam Sultan Agung
Farmasi
PUSKEMAS ,PELAYANAN,OBAT
Artikel
27 Desember 2025
Waktu tunggu pelayanan resep merupakan indikator mutu krusial yang berhubungan langsung dengan kepuasan pasien, terutama di fasilitas kesehatan tingkat pertama. Pentingnya evaluasi ini di Puskesmas Plamongan Sari didasari oleh profil peresepan yang didominasi secara ekstrem oleh sediaan racikan, yang memiliki risiko keterlambatan layanan lebih tinggi. Penelitian deskriptif kuantitatif ini bertujuan untuk menganalisis waktu tunggu terhadap total sampel sebanyak 2.096 resep pada bulan November 2025, yang terdiri atas 2.000 resep racikan dan 96 resep non-racikan. Hasil penelitian menunjukkan rerata waktu tunggu resep racikan sebesar 47,8 menit dengan kepatuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) 91,4%, sedangkan resep non-racikan mencatatkan rerata 21,4 menit dengan kepatuhan 100%. Secara kumulatif, tingkat kepatuhan Puskesmas mencapai 91,79% (1.924 resep tepat waktu). Kesimpulannya, pelayanan farmasi telah memenuhi standar mutu nasional meskipun menghadapi beban peracikan yang masif. Hasil ini menegaskan pentingnya implementasi alat peracik otomatis dan manajemen staf yang responsif pada jam beban puncak guna mempertahankan efisiensi layanan dan kepuasan pasien secara berkelanjutan.