ghulamvdb15@gmail.com
Universitas Islam Sultan Agung
farmasi
Promosi Kesehatan
Artikel
06 Januari 2026
Pengelolaan sediaan farmasi di Puskesmas merupakan faktor krusial dalam menjamin keselamatan pasien, namun seringkali terkendala keterbatasan fasilitas dan kepatuhan terhadap standar operasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi sistem penyimpanan obat di Puskesmas Pegandan Kota Semarang guna memastikan kesesuaiannya dengan Standar Pelayanan Kefarmasian berdasarkan regulasi terbaru (PMK No. 26 Tahun 2020). Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui observasi lapangan menggunakan lembar ceklis standar, wawancara mendalam dengan tenaga teknis kefarmasian, dan evaluasi dokumen kartu stok selama periode penelitian Januari hingga Maret 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Puskesmas Pegandan telah menerapkan sistem penyimpanan secara sistematis dengan metode First Expired First Out (FEFO) dan kontrol suhu yang terdokumentasi dengan baik mencapai tingkat kepatuhan 86,1%. Namun, ditemukan hambatan signifikan pada pengaturan tata ruang gudang yang sempit serta pelabelan obat LASA (Look Alike Sound Alike) yang belum konsisten mencapai target seratus persen. Kesimpulan penting dari penelitian ini adalah implementasi penyimpanan obat telah memenuhi sebagian besar kriteria standar nasional, namun masih memerlukan perbaikan mendesak pada aspek manajemen risiko visual dan ergonomi ruang akibat beban stok yang tinggi. Disarankan bagi pihak manajemen Puskesmas untuk melakukan redesain tata letak gudang menggunakan sistem rak vertikal guna mengoptimalkan kapasitas ruang serta meningkatkan frekuensi supervisi internal terhadap pelabelan obat-obat berisiko tinggi.