AMELIA PUTRI FITRIANA, BELA LAVINIA, FARIDA PUTRI NABILA, RISTA BELA ANASTASYA, MONA PRASTINA, AZKA ARANI, SUPRIYONO ASFAWI, RATNA TRI DYAN PERTIWI, FITRIANA TUNGGA DEWI, DIAN QANIFAH WITANINGSIH, ARIS SULISTIAWAN
Universitas Dian Nuswantoro
Kesehatan Masyarakat/Epidemiologi
TUBERKULOSIS
Artikel
15 Januari 2026
Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit infeksi menular kronis yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, termasuk di wilayah kerja Puskesmas Rowosari Kota Semarang. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan distribusi kasus TB berdasarkan dimensi waktu, wilayah, usia, jenis kelamin, serta keberhasilan pengobatan di wilayah kerja Puskesmas Rowosari pada periode tahun 2024–2025. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan studi data sekunder. Data diperoleh dari sistem informasi Puskesmas Rowosari dan mencakup seluruh kasus TB yang tercatat pada tahun 2024 hingga cut off 17 November 2025. Analisis dilakukan secara deskriptif untuk melihat pola dan karakteristik sebaran kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah kasus TB mengalami penurunan dari 134 kasus pada tahun 2024 menjadi 100 kasus pada tahun 2025. Berdasarkan wilayah, kasus TB paling banyak ditemukan di Kelurahan Meteseh, diikuti oleh Kelurahan Rowosari dan Mangunharjo. Distribusi usia menunjukkan kasus terbanyak pada kelompok usia produktif 18–59 tahun, diikuti kelompok usia ≥60 tahun dan anak usia 0–12 tahun. Berdasarkan jenis kelamin, proporsi kasus relatif seimbang antara perempuan dan laki-laki. Keberhasilan pengobatan menunjukkan bahwa sebagian besar pasien mencapai status sembuh dan pengobatan lengkap, namun masih terdapat kasus lost to follow up dan kematian yang berpotensi menghambat pencapaian target program TB. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa distribusi kasus TB