Nova Salsabila, Tuffahati Humaira, Messy Melati Fajrin, Melisa Esti, Firmansyah Kholiq Pradana
Universitas Dian Nuswantoro
Kesehatan Masyarakat
Diabetes Mellitus Tipe 2
Artikel
15 Januari 2026
Peningkatan kasus diabetes melitus tipe 2 (DM tipe 2) pada remaja menjadi masalah kesehatan yang semakin serius seiring perubahan gaya hidup dan tingginya konsumsi minuman berpemanis. Konsumsi gula berlebih pada masa remaja berkontribusi terhadap resistensi insulin dan peningkatan risiko gangguan metabolik sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konsumsi minuman manis dengan risiko DM tipe 2 pada remaja di SMP Mahad Islam Semarang. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional yang dilaksanakan pada bulan Desember 2025. Sampel penelitian berjumlah 64 siswa usia 12–15 tahun yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner frekuensi konsumsi minuman manis, kuesioner Finnish Diabetes Risk Score (FINDRISC), serta pengukuran antropometri dan gula darah sewaktu. Analisis data dilakukan menggunakan uji Spearman Rank dengan taraf signifikansi p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki kebiasaan konsumsi minuman manis kategori sering, dan sebanyak 29,7% responden berada pada kategori risiko tinggi DM tipe 2. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara konsumsi minuman manis dengan risiko DM tipe 2 pada remaja (p = 0,004). Temuan ini menegaskan bahwa konsumsi minuman manis merupakan faktor risiko penting yang perlu dikendalikan sejak usia remaja melalui edukasi gizi dan pembentukan perilaku