HUBUNGAN UMUR, JENIS KELAMIN, DAN INDEKS MASSA TUBUH (IMT) PADA PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS PEGANDAN PERIODE SEPTEMBER 2024 - AGUSTUS 2025

16 Januari 2026 Artikel 11 downloads

Penulis

Valenia Putri Bidari, Amelia Serryl Anjeli, Alya Fadiyah, Bintang Panggalihjati, Syarifa Keisya Prima Ramadhani

Universitas

Universitas Dian Nuswantoro

Program Studi

Kesehatan Masyarakat

Topik

HIPERTENSI

Kategori

Artikel

Tanggal Upload

16 Januari 2026

Deskripsi

Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan penting yang menyebabkan tingginya angka kesakitan dan kematian akibat penyakit kardiovaskular. Faktor risiko hipertensi antara lain usia, jenis kelamin, dan status gizi yang diukur melalui Indeks Massa Tubuh (IMT). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara umur dan jenis kelamin dengan indeks massa tubuh (IMT) pada pasien hipertensi di Puskesmas Pegandan periode September 2024 – Agustus 2025. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan data sekunder yang diperoleh dari rekam medis pasien hipertensi sebanyak 2.381 kasus. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square dengan tingkat signifikansi α ≤ 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pasien hipertensi berada pada kelompok usia dewasa akhir (>60 tahun) sebanyak 51,1% dan berjenis kelamin perempuan sebanyak 69,6%. Berdasarkan IMT, sebagian besar pasien berada pada kategori normal (40,9%), namun proporsi berat badan berlebih (36,0%) dan obesitas (19,6%) masih cukup tinggi. Hasil uji Chi-square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara umur dengan IMT (p = 0,001) serta antara jenis kelamin dengan IMT (p = 0,001). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa umur dan jenis kelamin berhubungan signifikan dengan indeks massa tubuh (IMT) pada pasien hipertensi.

Preview Dokumen

Browser Anda tidak mendukung preview PDF.

Download PDF