Yuvita Nona Maya, Septiani Zaliati, Firdaus Donny, Firma Aprilda Sihaloho, Hanidar Rakhmadita, Nuzaibah Azzahra
Universitas Dian Nuswantoro
Kesehatan Masyarakat
Kesehatan Ibu Dan Anak
Artikel
16 Januari 2026
Bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) merupakan salah satu indikator penting yang berkaitan dengan tingginya angka kesakitan dan kematian bayi, terutama pada periode neonatal. Kejadian BBLR dipengaruhi oleh berbagai faktor maternal dan perinatal, namun gambaran karakteristik bayi BBLR di tingkat pelayanan kesehatan primer masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik bayi dengan berat badan lahir rendah di Puskesmas Poncol Kota Semarang. Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif dengan pendekatan cross sectional dan menggunakan metode total sampling. Subjek penelitian adalah seluruh bayi dengan berat lahir <2500 gram yang lahir pada periode Januari–Desember 2025 sebanyak 11 bayi. Data diperoleh dari rekam medis ibu dan bayi meliputi usia ibu, usia kehamilan, jenis kelamin bayi, paritas, jarak kehamilan, jenis persalinan, serta jumlah kunjungan antenatal care (ANC), kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar bayi termasuk dalam kategori BBLR (76,9%), berjenis kelamin laki-laki (53,8%), lahir dari ibu berusia 20–35 tahun (84,6%), dengan usia kehamilan preterm (53,8%), serta dilahirkan melalui persalinan sectio caesarea (53,8%). Seluruh ibu melakukan kunjungan ANC lebih dari enam kali selama kehamilan. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa kejadian BBLR di Puskesmas Poncol dipengaruhi oleh karakteristik maternal dan perinatal. Oleh karena itu, disarankan adanya penguatan pemantauan kehamilan dan peningkatan kualitas pelayanan