PENURUNAN TREND KASUS DBD DAN KENAIKAN ANGKA BEBAS JENTIK DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KARANGDORO.

16 Januari 2026 Artikel 19 downloads

Penulis

Stephanie Dinda Shinta Dewi, Najla Khansa Firdaus, Aisy Mutia Humaira, Aura Alfi Nizma Khallika, Vina Khusni Khabibah, Vilda Ana Veria Setyawati

Universitas

Universitas Dian Nuswantoro

Program Studi

Kesehatan Masyarakat

Topik

Demam Berdarah Dengue

Kategori

Artikel

Tanggal Upload

16 Januari 2026

Deskripsi

Demam Berdarah Dengue masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di wilayah perkotaan, termasuk di wilayah kerja Puskesmas Karangdoro, Kota Semarang. Pemantauan tren kasus dan Angka Bebas Jentik penting dilakukan sebagai indikator keberhasilan pengendalian vektor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren kasus DBD serta perubahan Angka Bebas Jentik di wilayah kerja Puskesmas Karangdoro pada periode tahun 2023–2024. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan observasional melalui analisis data sekunder yang diperoleh dari Sistem Informasi Tunggal Dara Puskesmas Karangdoro. Data yang dianalisis meliputi jumlah kasus DBD dan persentase ABJ di tiga kelurahan, yaitu Kemijen, Mlatibaru, dan Rejomulyo. Analisis dilakukan secara deskriptif dengan penyajian dalam bentuk tabel, grafik, dan narasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan jumlah kasus DBD dari 156 kasus pada tahun 2023 menjadi 88 kasus pada tahun 2024. Selain itu, terjadi peningkatan nilai ABJ di seluruh kelurahan, yaitu Kelurahan Kemijen dari 80% menjadi 85%, Mlatibaru dari 88% menjadi 92%, dan Rejomulyo dari 86% menjadi 91%. Meskipun demikian, capaian ABJ masih belum memenuhi standar nasional ≥95%. Penurunan tren kasus DBD yang diikuti peningkatan ABJ menunjukkan adanya perbaikan upaya pengendalian vektor, namun penguatan dan keberlanjutan kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk tetap diperlukan untuk menurunkan risiko penularan DBD secara optimal.

Preview Dokumen

Browser Anda tidak mendukung preview PDF.

Download PDF